Friday, August 10, 2018

Barrata Bermain Apa Hari ini?

Memiliki anak yang berumur 7 tahun dan 4 tahun tentunya hari-hari diisi dengan rumah berantakan dengan ceceran mainan seluruh penjuru rumah. selain sebagai alasan ibuk untuk tidak sempat punya rumah yang bersih, membiarkan anak bermain dan bereksplorasi tentu memberi pengalaman masa kecil yang berharga. Dengan gadget, ibuk bisa menata rumah menyelesaikan banyak hal, tapi ada rasa kurang pas di hati. Tanpa gadget, bisa dipastikan rumah berantakan, kasur acak-acakan, tapi ada rasa bahagia melihat rumah yang berantakan itu. Dalam perjalanan 7 tahun membersamai barra dan 4 tahun membersamai Ata, berikut ini beberapa permainan seru yang biasa kami mainkan.

1. Tebak Hewan
Dalam banyak momen bersama, apalagi jika mood sudah mulai jelek, maka tebak hewan biasanya menjadi ice breaker yang menyenangkan.
Ibuk (I) : Hewan apa ya yang bisa terbang?
Barra (B) : Burung!!
I : No.. no.. no.. hewan ini kecil, berwarna kuning
B : Lebah
I : hewan ini menghasilkan madu.. iyaa benar,, leebaah
Ata (A) : Lebah.... (sambil jingkrak jingkrak.. iyalah anggep aja doi nebak bener ya yang penting happy)

I : Hewan apa yang Besar..
B : Gajah
I : no.. makannya daun.. punya garis-garis di badannya
B : Zebra
I : no no.. lehernya paaaanjaaaang
B : Jerapah
A : Jerapah...!! (seperti biasa selalu ikut-ikut dan jingkrak jingkrak)
I : Beeetuuuull

begitulah kira-kira model permainan tebak hewannya. Momen paling lucu dan menggemaskan adalah ketika Ata mulai menjadi pawangnya. pertanyaan yang muncul bisa seperti ini , "Hewan apa ya yang di langit?", kami jawab , "Burung..", pasti Ata kan bilang betuuulll..
Kemudian, Hewan apa yaa yang kupu? hmmmm tetep lah ya kami jawab, "Kupuuuu..", maka bisa dipastikan Ata bilang, Betuuuuuulll...
Akhirnya menjadi sangat seru mood nya. Selain itu, permainan ini juga memberikan tantangan untuk Barra bisa mengolah kata sehingga menjadi petunjuk untuk menebak nama hewan-hewan tersebut. Meskipun bermain seru-seruan, ternyata Barra bisa belajar memperkaya bahasa dan melatih kemampuan analisa. Menyenangkan sekali kan?

2. Sulap
Sejak anak-anak kecil, Abinya sering memperkenalkan permainan sulap ala ala.. yang paling sering adalah tebak lokasi barang. Jadi permainannya adalah ketangkasan dan kecepatan tangan. Misalnya yang ingin ditebak adalah uang koin, maka Abi menggunakan kecepatan tangannya untuk memindah-mindah posisi koin dan digenggam. Selanjutnya Barrata menebak di tangan sebelah mana koin itu berada.
Permainan sulap ala ala lainnya adalah memasukkan barang ke dalam botol seolah-olah barang tersebut bisa menembus dinding botol. Pada kenyataannya adalah pada dinding yang tersembunyi, sudah dibuat sayatan yang memungkinkan barang tersebut menembus dinding botol. Permainan ini juga merupakan ketangkasan dan kecepatan tangan.
Selain kedua sulap di atas, ada yang menggunakan hukum fisika. seperti pada gambar berikut ini sulapnya, jadi setelah diberikan medan magnet dengan digosok-gosok pada rambut. kemudian tangan abi digerakkan maka sedotan akan mengikuti gerakan tersebut
Abi Bermain sulap bersama mas Barra


3. Membuat gelembung balon air
Permainan ini seru karena melibatkan anak-anak sejak mencari bahannya. Pagi-pagi, abi dan barra akan jalan-jalan sekeliling komplek untuk mencari daun yang getahnya bisa dibuat balon air. kemudian daun-daun tersebut ditumbuk dan diperas dicampur air sabun. Selanjutnya bisa digunakan ditiup-tiup sampai siang sambil teriak-teriak undang temen-temennya.
Jika tidak sempat membuat sendiri, bermain gelembung balon air ini selalu menyenangkan apalagi jika dimainkan di lapangan alun-alun engku putri sambil bawa bekal. Nah ibuk bisa ngawasin anak-anak tanpa takut ada kendaraan sambil ngemil di pinggir lapangan.. hahaa

Bermain gelembung balon


4. Dakon/Congklak
Berbekal uang 7500 jalan kaki ke ruko sebelah perumahan, masuk ke toserba tomat, melipir ke rak mainan, maka kami sudah bisa mendapatkan 1 set alat permaianan congklak. Congklak dimainkan dengan biji congklak yang mirip biji kopi, tetapi seringkali barrata memainkan congklak dengan menggunakan kelereng. Dengan bermain congklak ini Barra bisa belajar berhitung, mulai dari menghitung biji congklak yang dibagi di awal permainan sampai dengan menghitung hasil perolehan biji di lumbung masing-masing peserta dan membandingkan mana yang lebih banyak bijinya sehingga menjadi pemenang. Biasanya peserta congklak adalah ibuk vs Barra, Abi vs Barra, Abi vs Ibuk.. Trus Ata ngapain?? ya tentu saja ngerecokin

5. Boardgame - Monopoli, ular tanggal, Junior scrabble
Monopoli dan ular tangga adalah permainan boardgame yang paling umum dikenal di Indonesia. Sebenarnya masih banyak jenis lain boardgame yang seru. Saya mengenal boardgame ini ketika masih bekerja di perusahaan manufactur di muka kuning. kami memiliki rekan yang membentuk komunitas boardgame dan biasanya kami mainkan pada saat week end. Permainan boardgame aneka macamnya, dan tidak kalah seru dibandingkan dengan game online, PS, maupun moba. Hanya saja untuk memainkannya tentu memerlukan sekelompok orang. Saat ini saya masih tahap mencari jenis boardgame yang bisa dimainkan di keluarga kecil kami dan semua bisa turut serta. Untuk sekarang ini, yang bisa dipahami dan dimainkan oleh barra adalah junior scrabble. Jadi permainan ini menggunakan papan yang bermotif kotak-kotak dan diberikan berbagai tulisan. Pemain harus mencocokkan huruf yang telah diambil secara acak untuk disusun menjadi kata-kata yang sudah ada di papan. Junior scrabble tentunya memiliki tingkat kesulitan yang lebih ringan dibandingkan dengan scrabble. dalam permainan ini barra melatih kemampuan mengenali huruf dan belajar berstrategi agar bisa selalu menyelesaikan kata yang ada di papan. Setiap berhasil menyelesaikan 1 kata, maka peserta mendapatkan kartu harta. Pemenangnya adalah yang memiliki paling banyak kartu.
Junior scrabble dan isinya


6. menggambar disertai lagu
Permainan ini adalah permainan saya di waktu masih kecil dahulu. Jadi kami menggambar boneka dan si unyil sambil bernyanyi. Ketika lagu selesai maka gambarnya pun jadi.
Begini syairnya :
BONEKA
Hujan rintik-rintik - Airnya mengalir
Dua mata air - setengah lingkaran
Adik minta topi diberi onde onde
Tiga tambah tiga - sama dengan enam
Enam kali enam - tiga puluh enam
Enam Enam jadilah boneka




SI UNYIL
tok tok tok...
pak tolong buka tokonya saya mau beli
telurnya dua, pisangnya satu, pensilnya satu
tolong dibungkus yaaa
ini uangnya
nama saya SI umur saya 7 tahun
satu dua tiga empat lima enam tuju
naik gunung, turun gunung, ada rumput, isi peluru, ditembak DORRR
Jadi deh si UNYIL

Semua video di atas diperankan oleh bulik Lunk dari Jawa.

Sebenarnya masih banyak permainan-permainan yang bisa kita eksplorasi bersama-sama dengan anak-anak. Semoga bisa selalu memiliki waktu luang untuk bermain-main bersama BarrAta..

Inspirasi permainan yang seru dimainkan bersama anak dapat dibaca juga di cerita Sabia. Selain itu juga banyak cerita seru di sana. cus mari meluncur...


Salam
ibuk BarrAta

Friday, July 27, 2018

Mengenal Lubnah Lukman, leader rumbel menulis yang super kece



Mengenal mbak Lubnah Lukman, yang biasa dipanggil mbak Una, pertama kali adalah ketika menghadiri acara launching rumbel HS di masjid Sukajadi. Selain launching rumbel HS, acara tersebut juga diisi dengan pengenalan rumbel-rumbel yang ada di IP Batam, salah satunya adalah rumbel menulis yang diketuai oleh mba una ini. Saya langsung tertarik untuk mengikuti kegiatan rumbel menulis nantinya, karena orang yang bisa menulis menurut saya sangatlah keren bin kece. Dari jaman dulu kala selalu ingin bisa menulis dengan baik tapi selalu terbentur dengan keinginan yang kurang kuat dan ketidak PD an.
Setelah masuk di WAG Foundation, dan terdapat rekruitmen menjadi anggota rumbel, maka langsung tancap masukin nama di rumbel menulis. Daaaan saya ga menyesal sama sekali terdaftar di rumbel menulis dan aktif di dalamnya, sungguh bersyukur malah. 
Agenda pertama yang saya ikuti adalah workshop membuat blog yang diadakan di rumah mbak una. Sebenarnya sudah bisa bikin blog, pernah juga bikin blog, tapi menggerakkan hati dan jemari ini masih butuh motivasi dan atur jadwal lebih baik lagi. 
Dalam workshop tersebut saya tahu bahwa ternyata mba una sudah menulis sejak kuliah, bahkan sudah mendapat tawaran review berbayar. Cerita mba una tentang mamanya yang saat itu sedang sakit alzheimer memberi mba una motivasi untuk menulis. Menulis memberikan nutrisi untuk otak kita. Menulis merupakan salah satu terapi untuk otak kita agar selalu sehat. Motivasi mba una secara personal ini, juga memberi secercah pencerahan untuk saya lebih memaksakan diri menulis. 

Rencananya mau ngobrolin mba una, tapi kok jadi ngomongin diri sendiri tentang bagaimana menulis. Karena memang mba una merupakan salah seorang yang berpengaruh dalam keaktifan saya menulis di blog ini. Mba una dengan idenya di rumbel menulis untuk membuat arisan tulisan yang memaksa kami semua untuk menulis. dilihat secara person, mba una termasuk tipe orang yang kreatif, ide menyala-nyala, dan pinter desain dan edit video juga pastinya..
Ide lain yang masih saya tidak percaya adalah semangatnya untuk bisa membuat buku. saya yang ikutan kena setruman semangat pun ikut-ikut menulis ya di buku perdana IP Batam, tapi ya gitu deh jangan dibandingin deh tulisan kami hahaa...

Salah satu sudut Rumah Mba Una yang jadi markas
acara Kopdar IP Batam

Untuk bisa melihat aktivitas mba una, serta tulisan-tulisan segarnya bisa cus ke blog yang bersangkutan http://www.lubnahlukman.com/. Dalam blog ini mba una menuliskan cerita kesehariannya menemani dua buah hati, zaf dan ruby.
Selain itu bisa ditemui di Instagram : @unnalukman, kita bisa melihat banyak cerita keseharian bubun una ini di IG nya.

Rasanya belum banyak aktivitas intens bersama mba una, buat saya ngomongin mba una sama dengan ngomongin rumbel menulis, sama dengan ngomongin tentang blog, tulisan.. yah kalo orang marketing lagi survey, dengan nyebut nama lubnah lukman maka top op mind saya adalah rumah belajar menulis IP Batam. Kontribusi mba una akan selalu kami kenang, terutama motivasinya dan semangatnya yang sangat besar untuk membuat kami menulis.

Hari ni mba una pindah ke kota Surabaya, mendampingi suami tercinta yang pindah tugas ke Surabaya. Doa terindah untuk mba Una agar bisa segera beradaptasi dengan kota Surabaya, bisa menemukan komunitas yang sama, yang lebih baik, yang bisa membuat mbak Una semakin cemerlang.
BIG LOOVE buat bubun zafruby

Banyak Sekali event IP Batam yang pakai background foto di lokasi ini
yaaaa betul ini depan rumah mba Una yang sering diacak-acak




Wednesday, May 30, 2018

Review Beberapa tempat berenang di Batam

Berenang merupakan salah satu ketrampilan yang harus kita bekalkan kepada anak-anak kita. salah satu manfaat berenang adalah koordinasi tangan badan dan nafas, dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, membakar kalori, dan tentu saja menyenangkan untuk anak-anak yang hobinya main air.
alhamdulillah di umur 7 tahun ini Barra sudah mulai bisa untuk sekedar survive di kolam renang dalam tanpa pelampung. Ata yang baru berumur 3,5 tahun sudah memiliki keberanian untuk bermain-main di kolam dalam, dengan menggunakan pelampung di lengan tentunya. 
kami sekeluarga menyukai aktivitas berenang ini, namun masih jauh dari rutin dalam melakukannya. ke depannya, pingin sekali menjadikannya kegiatan rutin mingguan.

ngomoning soal berenang di tempat umum, tentunya harus memenuhi kriteria antara lain kebersihan kolam, kebersihan tempat bilas dan toiletnya, harga tiket masuk, serta ketersediaan guardian. Berikut ini saya review beberapa kolam renang yang pernah keluarga kami coba di Batam.

1. Kolam renang di Sekolah Harapan Utama (SHU)
berenang di SHU menjadi idola kami sekeluarga. Selain tarifnya yang murah, kolam renang yang disediakan pun memiliki ukuran sesuai dengan standar kejuaraan. seringkali lokasi ini dijadikan sebagai lokasi kejuaraan berenang antar club maupun kejuaraan berenang antar sekolah.
kolam ini memiliki tarif berenang yang lumayan murah yaitu 15 ribu untuk dewasa dan 12 ribu untuk anak-anak. Kami sekeluarga biasanya hanya membayar 42 ribu, karena Ata masih belum dihitung olah bapak penjaga kolamnya. di kolam SHU ini tidak ada loket resmi, melainkan bapak-bapak penjaga yang nongkrong di kantin sebelah kolam.
untuk kebersihan kolam saya berikan nilai cukup, karena di sisi-sisi kolam dalam seringkali ada daun yang berguguran dari pohon-pohon sekitar kolam. 
tempat bilas dan toiletnya pun cukup saja nilainya, mengingat harga masuknya yang sangat terjangkau, okelah ya toiletnya. beberapa shower untuk bilasan tidak bisa dipakai, tapi 2 toilet yang ada bisa difungsikan semuanya.
di SHU saya tidak pernah menemukan guardian atau penjaga kolam mengawasi para pengunjung. Jadi jika ingin berenang di sini, kita sebagai orang tua harus sedia dan sigap mengawasi putra putri kita. 
salah satu kelebihan kolam renang SHU adalah kolam untuk anak yang tidak dalam itu, tempatnya lumayan luas.
sampai saat ini SHU menjadi salah satu tempat favorit kami berenang bersama.
kolam renang anak yang lumayan luas di SHU (tidak dalam)

2. Kolam renang di Perumahan Sukajadi
kolam renang di perumahan sukajadi ini merupakan salah satu tempat berenang favorit juga, karena kolamnya bersih, tempat bilas dan toiletnya pun bersih. di kolam renang biasanya ada pelatih renang yang sekaligus menjaga kolam renang. tiket per orang dewasa maupun anak adalah 25 ribu. jadi kalo kami berempat ya 100 ribu. dua kali lipat dari SHU tadi ya, tapi kolam renang dan tempat bilasnya lebih bersih dibandingkan SHU. selain itu kolam renang sukajadi buka setiap saat karena memang ini kolam renang umum. sementara SHU adalah kolam renang yang berada di kawasan sekolah jadi buka mulai sore hari dan setiap hari libur saja.

kelebihan lain dari kolam renang sukajadi adalah adanya ayam goreng fatmawati di kantin yang berada di sebelah kolam. selain itu ada bapak-bapak gerobak crepes yang murah meriah, sekitar 5 ribu per biji.
jadinya setelah kalori dibakar, lanjut makan ayam goreng dan nyemilin crepes.. heheee

3. waterpark dan kolam renang di Dutamas
jika ingin bermain waterboom yang ada seluncurannya, waterpark duta mas ini bisa menjadi salah satu pilihan. akan tetapi jika yang diinginkan adalah berolahraga dan mengasah ketrampilan berenang anak-anak, maka 2 lokasi yang saya sebut sebelumnya lebih tepat untuk dipilih.
terdapat beberapa area di waterpark dutamas ini yaitu area waterboom seluncuran, tempat berenang kolam dangkal, tempat berenang kolam dalam. 
harga tiket di waterpark ini seingat saya adalah 25 ribu untuk anak-anak dan 30 ribu untuk dewasa. 
kebersihan kolamnya saya nilai cukup, karena kadang ada daun-daun dari pepohonan sekitar kolam yang berjatuhan ke kolam.
tempat bilas dan toiletnya oke, karena semua berfungsi dengan baik.
selain fasilitas berenang dan waterpark, di sebelah kolam renang ini ada kantin semacam pujasera. diantaranya adalah warung makmur, es krim, bakso, batagor somay, dan bentopun ada.

4. Waterboom di perumahan Puri Selebriti
4 jenis seluncuran di Puri selebriti waterboom
waterboom di puri selebriti ini memiliki 4 seluncuran dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. seluncuran biru adalah seluncuran yang paling mudah, sementara seluncuran kuning paling seru dan menegangkan. area waterboom di puri selebriti ini luas dan lega, berbeda dengan waterpark di dutamas yang kesannya tertutup dan agak gelap. saya pribadi lebih menyukai waterboom di puri selebriti ini dengan pilihan seluncuran yang lebih banyak. di lokasi ini pun terdapat penjaga yang mengawasi pengunjung sehingga menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
selain itu area berenang utamanya tidak terlalu dalam, hanya setinggi dada orang dewasa. Area kolam dangkalnya pun luas, jadi anak-anak yang belumbisa berenang bisa puas bermain-main di sana.
tempat bilas dan toiletnya pun OK. terdapat kantin dengan menu standar, ada indomie dan teh anget juga. harga tiket di puri selebriti lumayan mahal ya dibandingkan dutamas, yaitu sekitar 40 atau 45 ribu, lupa karena jarang ke sana.

secara keseluruhan review ini, keempat kolam renang ini menjadi favorit keluarga kami dengan kelebihannya masing-masing. untuk tujuan berenang, melatih ketrampilan berenang Barrata, maka pilihan kami adalah SHU maupun sukajadi, tergantung budget dan mood. sedangkan untuk tujuan bermain-main pilihan kami adalah puri selebriti dan duta mas. 

kami sekeluarga juga pernah mencoba kolam renang di radisson (numpang budhe yang lagi menginap), di Aston dan Goldenview. diantara ketiganya, goldenview memiliki tarif yang paling terjangkau yaitu 20 ribu untuk dewasa dan 15 ribu untuk anak-anak. Anda bisa mencobanya jika memiliki waktu luang. fasilitas dan tingkat kebersihannya pun OKE.
kolam renang goldenview di pagi hari jadinya sepi
review ini saya persembahkan untuk mbak LILIES.

Sunday, May 20, 2018

Belajar Puasa

Alhamdulillah, bertemu Ramadhan lagi tahun ini.
bulan Ramadhan yang merupakan bulan istimewa, bulan kita belajar menahan hawa nafsu, belajar menempa diri supaya nanti ketika sudah tidak ramadhan, kita masih mengingat bagaimana rasanya berpuasa. Amal ibadahpun dilipatgandakan pahalanya.. berlomba-lombalah kita untuk beribadah kepadaNya.

akan tetapi pernahkah kita merasa? di bulan yang mana kita makan cuma 2 kali sehari, di bulan yang mana seharusnya kita menahan diri, pengeluaran malah berlipat-lipat??
memang sih ya, harga barang banyak yang naik, akan tetapi berlipat-lipatnya pengeluaran ini bukan semata karena kenaikan harga barang, tapi karena belanja yang meningkat. Di keluarga kamipun hal itu terjadi. siangnya puasa, tapi sudah mikir mau berbuka apa, besok menunya apa dan berbuka bersama dengan komunitas yang mana. 

Di tahun ini, saya dan suami, bersepakat untuk membuat perubahan. Dimulai dengan tata cara kami berbuka puasa. jika sebelumnya, takjil itu ada yang segar-segar, kemudian cemilan dan gorengan yang yummy itu, maka tahun ini kami mulai belajar untuk makan sebagaimana biasanya. Minum teh, air putih, sayur bening bayam tempe penyet, cemilan tidaklah wajib ada tiap hari. Menyediakan cemilan, gorengan, es buah dan lainnya yang seger-seger itu tidaklah kami larang, hanya saja kami berusaha bersikap seperti hari-hari lainnya saja. jika hari-hari biasa kami kadang bikin kolak, ya bikin kolak sekali dua kali tak mengapa. 
Untuk saya pribadi, saya berencana sahur dengan buah dan air putih saja. Dari perjalanan 4 hari ini, hari ke-4 sudah gagal.. hehee udah sahur nasi putih aja pagi tadi. 
Demikian halnya dengan mas Barra, dalam 4 hari ini, menu buka puasa mas barra adalah teh anget dan makan nasi seperti biasanya saja. 
Apa yang kami lakukan ini masih jauh dari menahan hawa nafsu, tapi kami berusaha untuk belajar berpuasa.

Aktivitas lain yang kami rencanakan adalah belajar membiasakan mas Barra untuk bangun sahur, dan tidak bobok lagi selepas sahur, melainkan tunggu waktu sholat subuh. Alhamdulillah 4 hari ini mas Barra tidak rewel bangun sahur, ceria, dan bisa sholat Subuh di masjid. Proses belajar di bulan Ramadhan ini semoga lancar sampai akhir, dan bisa dilanjutkan di hari-hari setelah Ramadhan nantinya.
Rencana aktivitas lainnya adalah, setiap selepas Subuh, mengaji dan menghapal surat pendek, buat ibu, abi dan mas Barra. Awalnya mas Barra masih kurang semangat, karena memang kami belum membiasakan mas Barra aktivitas pagi. Semoga bisa istiqomah dalam melanjutkan aktivitas ini.

Selain kedua hal di atas, kami sekeluarga menyukai tur masjid. Kami berpindah-pindah masjid untuk sholat tarawih. Kalo tahun lalu kami lakukan di hari week end saja, tahun ini, kami berencana mudik awal, jadi sepertinya agenda ini dilakukan di minggu terakhir Ramadhan, saat abi juga sudah mudik ke Ponorogo. Sepertinya seru jika bisa mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Ponorogo, masjid Agung, masjid di pondok Gontor, ataupun masjid Tegalsari.

Itulah sedikit rencana Ramadhan kami untuk mba safri. semoga kita semua dapat meraih berkah di bulan istimewa ini untuk menjadi bekal menjalani bulan-bulan berikutnya. Aamiin




Thursday, May 10, 2018

mengenal si ibuk desi oktafia

Bismillahirrahmanirrahiim
Minggu kali ini disibukkan urusan kepanitiaan perpisahan dan wisuda TK Alkaffah Batam, tempat mas Barra sekolah TK saat ini. Janji untuk tertib menulis di blog ini pun masih belum tunai terbayarkan. Yang saya lakukan saat ini masih sekedar memenuhi deadline arisan di rumbel menulis IP Batam.

Tema tulisan kali ini adalah BLOG REVIEW.. keren kali kan? Memaksa saya belajar untuk mereview sebuah blog. Dan yang akan saya review kali ini adalah blog dari mbak desy oktafia, yang suka protes kalau ada orang yang salah sebut maupun salah tulis namanya.
Mbak desy ini seorang ibu yang keren, kesehariaanya menemani anaknya yang super comel, abang khalid namanya. Uuhh comel banget abang khalid ini. Mba desy ini saya follow di ig juga, dan super aktif deh ig storynya, terutama menceritakan keseharian khalid yang seru yang kadang agak konyol gimana gitu. Selain rajin menulis di blog tentunya, mba desy juga rajin memasak dan mendokumentasikan di iq story untuk kemudian diupdate di youtubenya. Saya termasuk yang suka sekali dengan update an ig story mba desy. Dari sekilas profilnya, kelihatan kalo mba desy ini mama jaman now banget kan??

Biar ga tambah penasaran, mari kita cuss jalan-jalan ke blog mbak desy di alamat: http://www.desyoktafia.com/



Blog mba desy ini terbagi dalam 4 menu, yaitu parenting, review, kuliner dan travelling.  Postingan yang paling mendominasi akhir-akhir ini adalah tentang parenting, terutama menceritakan si khalid. Ternyata banyak sekali cerita yang bisa kita ungkapkan meskipun kita menemani ananda di rumah. Saya pun seringkali menemukan momen AHA yang lucu konyol menggemaskan selama menemani anak-anak di rumah. Selalu tercetus ide untuk menuliskan cerita tersebut tapi selalu saja masih kelewat dan belum bisa sekonsisten mba desy. Salah satu hal yang saya pelajari mengenai mba desy, yang dipanggil si ibuk ini, jika anda blog walking dan komen di salah satu postingannya, dijamin si ibuk bakal mampir ke blog kita dan ninggalin komen di situ juga. Saya yakin karena saya pengalaman digituin sama mba desy, seneng kan? Cerita yang diulik tentang khalid pun macam-macam dan seru-seru.

Mba desy saat ini sedang berkolaborasi dengan guru sekaligus inspirasi bloggingnya, dengan membuat tagar #cakapmamak. Di balik tagar tersebut muncul ide-ide wow dan cerita-cerita yang menyenangkan untuk dibaca, salah satunya berikut ini tentang anakku aturankua, postingan ini cukup rame, banyak pro kontra juga yaa..

Selain kolaborasi #cakapmamak, mba desy juga memulai kolaborasi dengan 2 orang blogger perempuan IP Batam yang rajin menulis dan super kece tulisannya yaitu mba Juli dan mba Una dengan tagar #mamaksetrong. Saya menunggu tulisan-tulisan kece mereka dengan tagar tersebut.

Mba desy baru-baru ini juga menjadi mombasador dari SGM eksplor, cerita mengenai apa Mombasador tersebut dituangkan dalam tulisan berikut ini di blognya. 

Meskipun menjadi mamak-mamak yang menemani ananda di rumah, tapi di jaman digital seperti sekarang ini, pergaulan dan pengalaman kita tak terbatas di lingkup rumah saja. Terbukti dari awal mula rajin menulis, rajin berkreasi,  seperti yang si ibuk ini lakukan, cakrawala kita terbuka luas dan teman yang kita miliki pun bisa seantero negri.
Selain blog, saya senang sekali ngepoin IG si ibuk, di @desyoktafia. Banyak cerita seru mulai cerita ocehan si khalid, menu masakan baru sampai promo jastip juga ada.. oiya dan juga update mengenai postingan baru di blognya biasanya akan diposting di IG tersebut. Youtube channel si ibuk dapat dilihat di chanel : desy oktafia, sementara berisi tentang resep-resep masakan yang dicobanya.

gimana seru banget kan mengintip aktivitas mamak yang kekinian banget. Oke sekian review mengenai blog si ibuk, salah seorang di rumbel menulis di IP Batam yang menginspirasi saya, meskipun jauh lebih muda, semoga sukses selalu. 

Monday, April 30, 2018

Ibu Barrata Harus Rajin Menulis


Menulis adalah suatu kegiatan yang selalu menyenangkan. Dari jaman dahulu kala masih mahasiswa, yang berarti itu adalah 17 tahun lalu ya.. duh sudah tuwa.. hikz.. jadi dari jaman mahasiswa, sudah sangat terpesona oleh mereka yang pintar menulis runut, pintar mengemukanan pendapat lewat tulisan, juga mereka yang pintar menuliskan cerita-cerita fiksi. 

Dan ketika awal bekerja, tahun 2007, mulai membuat blog di multiply, yang akhirnya berisi gambar-gambar saja, dan sekarang sudah almarhum. menulis selalu ingin kulakukan, tetapi selalu terbentur oleh kondisi. Kondisi bekerja, full time 8 jam sehari, koneksi internet yang belum semudah sekarang ini, dan banyak hal lainnya yang belum membuatku maju menulis. Selain itu juga selalu berkutat dengan ketidak percayaan diri dalam menuangkan ide dalam tulisan. 

Tahun ini, yang artinya adalah 10 tahun sudah berlalu dari masa-masa itu, kumulai membuka impian lama, menulis. Lewat matrikulasi IIP Batch 5, yang mengharuskan setiap peserta untuk MENULISKAN NHW, baik di blog maupun media sosial, aku mulai belajar menulis secara rutin di blog. Pun lewat arisan menulis yang menjadi salah satu program dalam rumah belajar menulis Komunitas IP Batam. 

Ketika pertama kali hadir di acara kopdar IIP di masjid raya sekaligus launch rumah belajar HS, saya berkesempatan mengenal IP Batam secara lebih dalam. Dan  ketika sampai pada paparan rumah belajar apa saja yang ada di IP Batam, saya langsung excited begitu mendengar ada rumah belajar menulis. Di grup Pra Matrikulasi pun, langsung menuliskan ingin mendaftar di rumah belajar menulis, tanpa pikir panjang. begitu sudah masuk di dalamnya, rasa tidak PD muncul lagi. rumah belajar ini berisi orang-orang hebat yang sepak terjang penulisannya sudah sangat keren baik dari segi konten maupun dari segi konsistensi. Aku yang sudah termasuk senior dalam hal umur, malu juga ya bersanding dengan teman-teman yang masih muda tapi sudah sangat berprestasi. 
Semakin lama, ketidak PD an ini mulai sirna, berganti semangat. Dengan ikut beberapa KulWap mengenai penulisan dan ikut pelatihan menulis buku bersama KWI (Kopi Write Indonesia), aku menemukan sebuah motivasi yang menyatakan tulis saja, maka semakin lama tulisanmu akan menemukan jodohnya.. semakin lama akan menemukan gaya tulisan.. ah gitu deh intinya menulis aja. tulis dan tulis saja apa yang bisa dituliskan.

Untuk kondisi saat ini, memiliki 2 anak yang super aktif, memiliki kegiatan di ranah publik meski ya tidak sibuk-sibuk banget, aku harus menjaga motivasi dan konsistensi untuk selalu menuliskan ide yang kumiliki. Materi yang diberikan dalam matrikulasi IIP, sangat membantu dalam menemukan minat diri, dalam menuntun eksekusi keminatan tersebut bahkan lewat target-target pribadi dan timeplan yang harus diikuti. aku tidak bisa mengatakan bahwa semua sudah konsisten dilakukan. tapi aku sangat bersyukur, lewat matrikulasi bisa menemukan cara yang lebih tepat dalam memaknai hari demi hari yang kulalui baik sebagai individu, ibu maupun istri. baik di ranah domestik maupun publik.

Bismillah aja.. senantiasa belajar dan memperbaiki diri.
ini ceritaku ya mba Icha..

Wednesday, April 25, 2018

Aliran Rasa Matrikulasi IIP Batch 5 : Ibu Barrata Belajar Profesional

Ibu Barrata Belajar Profesional
Oleh : Ely Kurniawati

Alhamdulillah akhirnya tahun ini bisa mengikuti perkuliahan Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Sebenarnya, mengenal bu Septi dan IIP sudah lama dari FB, tapi baru berkesempatan untuk mengikuti perkuliahan pada tahun ini. Berawal dari postingan teman tentang launching salah satu rumbel di IP Batam. Dan akhirnya saya terhubung dengan leader komunitas, dan masuk ke dalam grup pra matrikulasi. Sungguh nikmat rejeki yang sangat saya syukuri.

Belajar di usia 8 tahun pernikahan, membuat saya sangat iri dengan mereka yang masih muda, mereka yang baru menikah, akan tetapi sudah mengenal IIP dan belajar di dalamnya. Dikala iri hati ini mendera, alhamdulillah di salah satu materi ada kalimat yang menyebutkan bahwa kita hanya perlu untuk lakukan lakukan lakukan, jangan berfokus pada keberhasilan orang lain. Mbak fasil kece, yang biasa kami sapa dengan sebutan cikgu, juga mengingatkan bahwa untuk mengulang fase kehidupan sesuai fitrahnya bukan berarti dengan cara menjejalkannya karena panik takut ketinggalan. Rasanya ceeessss
Segala yang tertinggal harus kita kejar tapi tetap sersan, serius dan santai. Itu semua membuat saya bersyukur bisa belajar di sini, tidak tergesa-gesa, tidak silau dengan kesuksesan orang lain, dan yang paling penting adalah kesungguhan dan konsistensi.

Saya sangat kagum dengan bagaimana ibu Septi beserta seluruh tim matrikulasi menyusun materi demi materi.  Mulai dari Adab menuntut ilmu, dilanjutkan ilmu-ilmu yang sangat berkesinambungan, saling berkaitan satu dengan lainnya. Dimulai dari diri sendiri untuk selanjutnya bisa mengaplikasikan kepada keluarga. Jika ditanya, materi mana yang paling berkesan? Saya merasa semua materi memberi porsi masing-masing dalam menabok saya. plak plak plak..  Aktivitas “Dress Up 7 to 7” yang diciptakan bu Septi juga sangat menginspirasi dan bahkan mengingatkan memori-memori masa kecil saya terhadap laku hidup wanita desa yang dicontohkan ibu saya. Besar di desa membuat saya mengingat bagaimana para wanita desa itu bangun di pagi hari menyiapkan semuanya untuk keluarga, mulai dari memasak sampai beberes. Tetapi kenapa saya harus belajar itu semua dari bu Septi? Harusnya saya bisa belajar itu semua dari teladan ibu saya. Sepertinya pola pikir wanita terpelajar agak menggeser mindset saya dan keluarga saya, mengenai keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang wanita. Biarlah semua jadi sejarah dan sekarang dibuka lembaran baru, untuk memulai lagi semua yang terlewat.



Saya dibesarkan oleh keluarga jaman dulu, yang sebagian besar berprofesi sebagai guru. Menduduki posisi ranking di kelas adalah sesuatu yang diharapkan dari anaknya dan menjadi parameter kesuksesan. Seiring waktu saya belajar pengasuhan anak, mulai paham bahwa itu semua tidaklah benar. Dikuatkan lagi dengan satu kalimat yang sangat saya favoritkan di dalam materi matrikulasi yaitu JANGANLAH MERATAKAN BUKIT, TAPI MARILAH MENINGGIKAN GUNUNG, begitulah kurang lebih bunyinya. Terkadang di lubuk hati saya masih suka membandingkan anak saya dengan anak lain, dengan pencapaian anak lain. Tapi saya selalu belajar dan selalu menekankan kalimat di atas kepada diri saya. Menjadi ranking di kelas bukan segala-galanya. Menjadi bisa dalam segala bidang bukanlah tujuan. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengetahui untuk apa Allah menugaskan kita di dunia ini, dan berfokus pada bidang tersebut.

Selama belajar di Matrikulasi ini, suami saya sangat mendukung melihat perubahan yang masih sedikit ini pada diri saya. Kami memiliki beberapa momen belajar bersama, berdiskusi bersama. Suami saya juga lebih open mind dalam menerima masukan-masukan saya. Kehidupan kami berdua lebih berwarna. Suami saya meskipun sabarnya kebangetan, tapi dia cenderung cuek. Di perkuliahan ini kami belajar bersama, belajar saling berkomunikasi efektif, semoga kami bisa beriringan menjadi pribadi yang lebih baik nantinya.

Sebagian besar NHW saya kerjakan lewat blog ini yang berarti membuat saya menulis di blog minimal sekali seminggu. Memiliki blog dan menulis di dalamnya adalah keinginan saya sejak lama. Saya selalu kagum dengan mereka yang pandai menuliskan kata-kata merangkainya jadi kalimat yang menginspirasi dan menularkan ke banyak orang yang membacanya. Akan tetapi saya selalu terbentur oleh ketidak-PD-an dengan kemampuan menulis saya. Dengan adanya NHW yang harus didokumentasikan dalam tulisan ini, benar-benar meng-encourage saya untuk menulis dan menulis. Saya sadari bahwa saya hanya perlu untuk memulai, dan biarlah kesungguhan, konsistensi dan pengalaman yang akan memperbaiki kemampuan menulis saya.
Kesembilan NHW yang dikerjakan tersebut memang hanya paper work¸ yang dinilai oleh Fasil sebagai salah satu tolok ukur. Akan tetapi, dengan menuliskan apa-apa yang harus saya lakukan, memberikan saya tanggung jawab untuk mengamalkannya, jika tidak ingin termasuk golongan yang dibenci oleh Allah. Dalam salah satu ayat disebutkan bahwa “Sungguh besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (QS.As-Shaf:3). Jadi yang lebih penting dari semua NHW tersebut adalah mengaplikasikan apa yang sudah saya tuliskan dalam NHW. Menjadikan senyuman, keceriaan, dan kebahagiaan dari suami dan anak-anak sebagai tolok ukur yang sesungguhnya sebagai hasil dari perkuliahan matrikulasi IIP Batch 5 ini.

Yang terakhir, dengan bergabung dengan komunitas Ibu Profesional wilayah Batam ini, saya bisa saling bertemu, bertukar pikiran, berbagi ilmu pengetahuan dengan rekan-rekan Ibu Profesional lainnya. Saya berharap bisa menjaga bara semangat ini, untuk senantiasa belajar dan memperbaiki diri. Bersamasama dengan keluarga lainnya membangun peradaban dari rumah masing-masing, melingkar ke sekitar kami. Dan Insya Allah akan menghasilkan generasi yang lebih baik di masa mendatang. Aamiin