Friday, January 19, 2018

Rumbel Nulis di hati, aliran rasa

Dari dulu sangat senang melihat orang-orang yang hobi baca, alhamdulillah bisa juga belajar untuk suka membaca. dari dulu juga senang melihat teman-teman yang pintar merangkai kata, bukan sekedar pintar tapi juga berbobot.. hmm yang ini belum kesampaian.

selalu memendam keinginan untuk bisa menulis dengan runut, baik, materi padat berisi, namun semua itu hanyalah sebatas keinginan.

sampai akhirnya dipaksa menulis oleh kegiatan yang namanya arisan menulis yang diadakan oleh rumah belajar menulis, IIP Batam. tapi akhirnya banyak juga tulisan yang masih terdampar di sini
tulisan yang terdampar di draft. hikz
meskipun masih berantakan bagi waktu dan mencari inspirasi tulisan, niat di hati sangat kuat untuk bisa menulis. saya melatihnya dengan mulai menulis caption yang panjang di instagram. melatih kemampuan olah kata. (daaan pernah dapet hadiah lo gegara posting instagram di acaranya genpi batam. mayan pulsa 50 rebu. hehee )


sebagai penutup, harapan saya terhadap rumbel menulis iip batam adalah semoga semakin memberikan manfaat seluas luasnya.


#RumbelNulisIIPBatam
#RumbelNulisdiHati
#Menulisdihati
#saya_bisa

Wednesday, November 29, 2017

I love you my BarraTa

ibuk yang tidak sempurna

menjadi ibuk adalah anugrah terindah dari Yang Maha Kuasa
menjadi ibuk adalah sebuah babak baru kehidupan yang penuh warna
menjadi ibuk adalah belajar tanpa lelah dan tanpa henti
menjadi ibuk adalah cinta yang tanpa jeda

tetapi ibuk harus tidak siap dengan awal kehadiran kalian
tetapi ibuk harus terseok-seok di fase baru sebagai ibu meraba di sana sini
tetapi ibuk seringkali habis waktu untuk deadline yang tiada pernah habis, temani ibuk belajar nak
tetapi ibuk seringkali berkawan dengan amarah
banyak sekali tetapi yang terlontar dari pikiran ini

mengingat bagaimana pertama kali Mas Barra terlahir
ibu masih harus bekerja, mengejar waktu mengumpulkan ASIP
mas Barra pejuang ASIP ku
alhamdulillah meski selalu kejar setoran We Did It!!!!
tapi menjadi ibuk bukan hanya sekedar lulus ASIX
ibuk yang selalu sudah lelah sepulang kerja
ibuk yang akhirnya menjadi ibu ala kadarnya
episode resign pun tidak lebih baik dari episode bekerja
ibuk yang masih selalu punya banyak agenda
magang 5 bulan di Bandung meninggalkan mas barra bersama uti akung
pengalaman baru mas Barra hidup di desa
melihat sapi kambing ayam sawah kebun

Ketika ibuk memutuskan ingin bekerja lagi
adalah masa ketika adek mungil positif berada di perut ibuk
penolakan yang pertama hadir
maafkan ibuk ya sayang, takdir Allah memang terbaik
ibuk tak boleh kerja 8 jam sehari lagi
di bulan September di kampung uti, adek mungil imut lucu terlahir
adek Ata
adek ata adalah super duper pejuang ASIP
masa itu ketika ibuk harus PP Surabaya Ponorogo untuk kuliah S2 ibuk
kembali lagi episode perjuangan ASIX terjadi
terimakasih dek Ata telah tumbuh menjadi anak imut lucu menggemaskan 

setelah banyak waktu berlalu.. 
kenapa ibuk selalu punya agenda
kenapa ibuk selalu terlihat sibuk 
maafkan ibu ya sayang
ibuk yang tidak sempurna
bukanlah sebuah pembenaran atas kekurangan ibuk dalam membersamai kalian
ibuk yang tidak sempurna
hanyalah sebaris kalimat yang menunjukkan bahwa ibuk ingin lebih baik
maafkan ibuk atas semua yang telah ibuk lakukan
terimakasih tetap menjadi anak-anak yang manis imut lucu
doakan ibuk bisa belajar lebih baik menjadi ibu

apapun episode yang akan kita lewati bersama
pastikan untuk mengingat bahwa ibuk sayang mas Barra dan dek Ata
i love you i love you i looooooove you

I LOVE YOU 





Sunday, November 5, 2017

Restu Orangtua dan Tawakkal atas takdir Nya

Bismillahirrahmanirrahiim...
flashback dulu ya ke masa-masa lulus kuliah

sebagaimana teman-teman seangkatan, saya pun lantas melamar pekerjaan di mana mana ketika sudah mengantongi surat keterangan lulus. harapannya adalah ketika wisuda nantinya sudah mendapatkan pekerjaan.
akan tetapi selalu saja belum berhasil mendapatkan pekerjaan.
gagal dan selalu gagal. Adalah bapak yang berpesan untuk menikmati hidup pasca perkuliahan. Bapak berpesan agar saya menikmati hidup merdeka, sebelum disibukkan dengan pekerjaan, sebelum disibukkan dengan kewajiban menjadi istri seseorang. Tak memperhatikan pesan tersebut, saya tetap saja melamar pekerjaan di sana sini. Sampai suatu ketika bapak menelpon menanyakan kenapa saya tidak pulang ke rumah. Bapak yang memang tegas dan sepertinya memahami keinginan saya, lantas langsung menuju pokok pembahasan dan mengatakan agar saya berhenti melamar pekerjaan, agar saya menikmati kemerdekaan saya sebagai perempuan, sambil menunggu wisuda saya harus pulang. Sekuat apapun mencoba, jikalau restu belum dikantongi maka kegagalan lah yang didapat. 

Akhirnya saya pulang kampung ke ponorogo dan di sanalah saya menikmati hidup sehari-hari di desa sambil menunggu waktunya wisuda di kampus saya di Surabaya.  Nikmat memang, tidak perlu mengerjakan tugas kuliah, belum memiliki tanggung jawab pekerjaan dan belum menikah. Meski demikian saya sempat bekerja lepas sebagai surveyor di beberapa project riset pasar. Alhamdulillah masih mendapatkan penghasilan tipis-tipis.

Waktu berlalu, hari wisuda pun berlalu, maka kegiatan rutin para lulusan perguruan tinggi dimulai. Hunting pekerjaan!!! masih kegagalan yang saya peroleh. Jika sebelumnya saya bisa memahami karena memang belum direstui orang tua, maka saat ini saya merasa sangan down dikarenakan kegagalan ini. Sampai tiba saatnya di bulan April, yang artinya adalah 1 bulan setelah lulus, pekerjaan yang saya dapat masih berputar pada project-project lepas sebagai surveyor. Pada bulan tersebut terjadi musibah yang tidak disangka-sangka. Bapak dan ibu mendapatkan kecelakaan sepulang silaturahmi ke rumah saudara. Bapak harus menjalani operasi patah tulang di Solo, dan ibu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di ponorogo. Berbagi tugas, mbak yang memang memiliki pekerjaan di ponorogo, menjaga ibuk di rumah sakit ponorogo. Sementara saya yang belum bekerja, mendapatkan tugas untuk menjaga bapak ke Solo. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Paska operasi bapak adalah justru masa-masa sulit karena harus memulihkan kondisi, harus diam di rumah sementara bapak adalah orang yang tidak bisa diam saja.

Di sini saya benar-benar merasakan bagaimana merawat orang tua. Bagaimana manjanya beliau, bagaimana beliau harus bergantung pada kita untuk sekedar buang air besar maupun kecil, bagaimana memandikan beliau, dan banyak hal lainnya. Saya bersyukur memiliki kesempatan untuk melakukan hal tersebut, meskipun tidak selamanya saya melakukan dengan kesabaran. Terkadang juga ada perasaan jengkel dengan rengekan bapak. Tapi di sinilah saya menyadari mengapa Allah menakdirkan saya untuk tidak bekerja dahulu. Tak terbayang jika saya ditakdirkan bekerja di Batam sebelum saya wisuda. Tak terbayang jika mbak yang sedang hamil harus merawat bapak paska operasi dan ibu yang masih pemulihan. Sungguh takdir dan misteri Allah luar biasa. Saya harus merawat beliau berdua, memberikan sedikit bakti selepas nikmat pendidikan yang mereka berikan kepada saya.

Masa itu sudah berlalu, satu tahun lamanya saya lulus, dan baru mendapatkan pekerjaan di Batam yang mengharuskan saya untuk merantau jauh dari keluarga. Saya sangat bersyukur bisa melalui itu semua..
kiranya restu orang tua dan tawakkal atas takdir Allah akan membantu kita menjalani kehidupan yang bahagia.. 

Demikian sedikit sharing untuk menjawab tantangan mbak Moniq, semoga akan menjadi catatan pengingat bagi saya pribadi di kala tawakkal itu belum dimiliki.

Tuesday, October 31, 2017

Akhirnya menulis di blog- sesi Sharing IIP "Ngeblog itu Mudah"


tim hebat rumbel menulis
Mengenal blog tentunya sudah dari jaman dulu kala... pernah punya blog di multiply yang isinya cuma foto-foto.. hmm... padahal keinginan adalah bisa menulis dengan baik, memiliki tulisan berkualitas, tulisannya enak dibaca de el el de es be. tapi kenyataanya ZONK!!! multiply cuma diisi beberapa post, dan bahkan sekarang sudah tak berjejak lagi.
bertahun-tahun memendam keinginan untuk menulis lewat blog, karena banyaaak sekali orang-orang keren nan hebat yang meninggalkan memori lewat tulisan. keinginan sekedar keinginan jika tidak direalisasikan.

waktu berselang seling bergonta ganti hari, akhirnya bisa bergabung di grup Foundation IIP Batam, Yeay....!!! begitu dilihat ada yang namanya rumbel (rumah belajar) menulis, langsung deh cus bergabung. dan akhirnya bisa bergabung di rumbel menulis IIP Batam.
setelah melakukan kopdar pertama pada sabtu, 21 Oktober 2017 di Masjid Raya Batam, hari Kamis, 26 oktober dilakukan sharing pertama dengan judul "Ngeblog itu Mudah". Acara dipandu oleh mbak Una, ketua rumbek menulis yang udah malang melintang di dunia blogging sejak kuliah, di sini blognya di doi yang kece abis.

acara sharing perdana di rumbel menulis, adalah termasuk acara kedua di IIP yang saya ikuti.. daaaan serunya di IIP adalah kita bisa bebas bawa buntut a.k.a anak kita tanpa takut disemprit sama panitia.. seru banget lah ya, karena biasanya kalau ada acara seminar pelatihan atau apalah, selalu dipusingkan dengan mau nitipin anak di mana.. semakin serunya, peserta pun bisa break sejenak karena si mas mau ke kamar mandi, si adik pingin minum, si adik minta diambilin mainan yang di sana, si mas yang minta jajan.. seru deh seru deh.. meski demikian, para mamaks kece ini terus semangat belajar membuat blog, edit sana sini, sambil tanya jawab sama pemateri. tugasnya adalah menuliskan apa yang diperoleh pada sharing tersebut di blog masing-masing. dan inilah dia postingan tugasku.
Suasana pelatihan yang super seru dan ideal 

ke depannya di rumbel menulis akan diadakan arisan tulisan dua minggu sekali. hal ini tentunya menambahkan motivasi untuk membuat blog ini hidup terus. semoga bisa istikomah dalam menulis dan semoga dapat bermanfaat untuk semesta.

yak dengan ini saya nyatakan blog ini resmi di buka, bismillahirrahminarrahiim..

source: https://blogs.uoregon.edu/mecha/2015/04/13/grand-opening/