Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

I love you my BarraTa

ibuk yang tidak sempurna
menjadi ibuk adalah anugrah terindah dari Yang Maha Kuasa menjadi ibuk adalah sebuah babak baru kehidupan yang penuh warna menjadi ibuk adalah belajar tanpa lelah dan tanpa henti menjadi ibuk adalah cinta yang tanpa jeda
tetapi ibuk harus tidak siap dengan awal kehadiran kalian tetapi ibuk harus terseok-seok di fase baru sebagai ibu meraba di sana sini tetapi ibuk seringkali habis waktu untuk deadline yang tiada pernah habis, temani ibuk belajar nak tetapi ibuk seringkali berkawan dengan amarah banyak sekali tetapi yang terlontar dari pikiran ini
mengingat bagaimana pertama kali Mas Barra terlahir ibu masih harus bekerja, mengejar waktu mengumpulkan ASIP mas Barra pejuang ASIP ku alhamdulillah meski selalu kejar setoran We Did It!!!! tapi menjadi ibuk bukan hanya sekedar lulus ASIX ibuk yang selalu sudah lelah sepulang kerja ibuk yang akhirnya menjadi ibu ala kadarnya episode resign pun tidak lebih baik dari episode bekerja ibuk yang masih selalu punya banyak …

Restu Orangtua dan Tawakkal atas takdir Nya

Bismillahirrahmanirrahiim...
flashback dulu ya ke masa-masa lulus kuliah

sebagaimana teman-teman seangkatan, saya pun lantas melamar pekerjaan di mana mana ketika sudah mengantongi surat keterangan lulus. harapannya adalah ketika wisuda nantinya sudah mendapatkan pekerjaan.
akan tetapi selalu saja belum berhasil mendapatkan pekerjaan.
gagal dan selalu gagal. Adalah bapak yang berpesan untuk menikmati hidup pasca perkuliahan. Bapak berpesan agar saya menikmati hidup merdeka, sebelum disibukkan dengan pekerjaan, sebelum disibukkan dengan kewajiban menjadi istri seseorang. Tak memperhatikan pesan tersebut, saya tetap saja melamar pekerjaan di sana sini. Sampai suatu ketika bapak menelpon menanyakan kenapa saya tidak pulang ke rumah. Bapak yang memang tegas dan sepertinya memahami keinginan saya, lantas langsung menuju pokok pembahasan dan mengatakan agar saya berhenti melamar pekerjaan, agar saya menikmati kemerdekaan saya sebagai perempuan, sambil menunggu wisuda saya harus pulang. Sekuat a…