Sunday, May 20, 2018

Belajar Puasa

Alhamdulillah, bertemu Ramadhan lagi tahun ini.
bulan Ramadhan yang merupakan bulan istimewa, bulan kita belajar menahan hawa nafsu, belajar menempa diri supaya nanti ketika sudah tidak ramadhan, kita masih mengingat bagaimana rasanya berpuasa. Amal ibadahpun dilipatgandakan pahalanya.. berlomba-lombalah kita untuk beribadah kepadaNya.

akan tetapi pernahkah kita merasa? di bulan yang mana kita makan cuma 2 kali sehari, di bulan yang mana seharusnya kita menahan diri, pengeluaran malah berlipat-lipat??
memang sih ya, harga barang banyak yang naik, akan tetapi berlipat-lipatnya pengeluaran ini bukan semata karena kenaikan harga barang, tapi karena belanja yang meningkat. Di keluarga kamipun hal itu terjadi. siangnya puasa, tapi sudah mikir mau berbuka apa, besok menunya apa dan berbuka bersama dengan komunitas yang mana. 

Di tahun ini, saya dan suami, bersepakat untuk membuat perubahan. Dimulai dengan tata cara kami berbuka puasa. jika sebelumnya, takjil itu ada yang segar-segar, kemudian cemilan dan gorengan yang yummy itu, maka tahun ini kami mulai belajar untuk makan sebagaimana biasanya. Minum teh, air putih, sayur bening bayam tempe penyet, cemilan tidaklah wajib ada tiap hari. Menyediakan cemilan, gorengan, es buah dan lainnya yang seger-seger itu tidaklah kami larang, hanya saja kami berusaha bersikap seperti hari-hari lainnya saja. jika hari-hari biasa kami kadang bikin kolak, ya bikin kolak sekali dua kali tak mengapa. 
Untuk saya pribadi, saya berencana sahur dengan buah dan air putih saja. Dari perjalanan 4 hari ini, hari ke-4 sudah gagal.. hehee udah sahur nasi putih aja pagi tadi. 
Demikian halnya dengan mas Barra, dalam 4 hari ini, menu buka puasa mas barra adalah teh anget dan makan nasi seperti biasanya saja. 
Apa yang kami lakukan ini masih jauh dari menahan hawa nafsu, tapi kami berusaha untuk belajar berpuasa.

Aktivitas lain yang kami rencanakan adalah belajar membiasakan mas Barra untuk bangun sahur, dan tidak bobok lagi selepas sahur, melainkan tunggu waktu sholat subuh. Alhamdulillah 4 hari ini mas Barra tidak rewel bangun sahur, ceria, dan bisa sholat Subuh di masjid. Proses belajar di bulan Ramadhan ini semoga lancar sampai akhir, dan bisa dilanjutkan di hari-hari setelah Ramadhan nantinya.
Rencana aktivitas lainnya adalah, setiap selepas Subuh, mengaji dan menghapal surat pendek, buat ibu, abi dan mas Barra. Awalnya mas Barra masih kurang semangat, karena memang kami belum membiasakan mas Barra aktivitas pagi. Semoga bisa istiqomah dalam melanjutkan aktivitas ini.

Selain kedua hal di atas, kami sekeluarga menyukai tur masjid. Kami berpindah-pindah masjid untuk sholat tarawih. Kalo tahun lalu kami lakukan di hari week end saja, tahun ini, kami berencana mudik awal, jadi sepertinya agenda ini dilakukan di minggu terakhir Ramadhan, saat abi juga sudah mudik ke Ponorogo. Sepertinya seru jika bisa mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Ponorogo, masjid Agung, masjid di pondok Gontor, ataupun masjid Tegalsari.

Itulah sedikit rencana Ramadhan kami untuk mba safri. semoga kita semua dapat meraih berkah di bulan istimewa ini untuk menjadi bekal menjalani bulan-bulan berikutnya. Aamiin




1 comment:

  1. ayo mbak ely ditunggu ya cerita tour masjidnya nanti

    ReplyDelete