Skip to main content

Ibu Barrata Harus Rajin Menulis


Menulis adalah suatu kegiatan yang selalu menyenangkan. Dari jaman dahulu kala masih mahasiswa, yang berarti itu adalah 17 tahun lalu ya.. duh sudah tuwa.. hikz.. jadi dari jaman mahasiswa, sudah sangat terpesona oleh mereka yang pintar menulis runut, pintar mengemukanan pendapat lewat tulisan, juga mereka yang pintar menuliskan cerita-cerita fiksi. 

Dan ketika awal bekerja, tahun 2007, mulai membuat blog di multiply, yang akhirnya berisi gambar-gambar saja, dan sekarang sudah almarhum. menulis selalu ingin kulakukan, tetapi selalu terbentur oleh kondisi. Kondisi bekerja, full time 8 jam sehari, koneksi internet yang belum semudah sekarang ini, dan banyak hal lainnya yang belum membuatku maju menulis. Selain itu juga selalu berkutat dengan ketidak percayaan diri dalam menuangkan ide dalam tulisan. 

Tahun ini, yang artinya adalah 10 tahun sudah berlalu dari masa-masa itu, kumulai membuka impian lama, menulis. Lewat matrikulasi IIP Batch 5, yang mengharuskan setiap peserta untuk MENULISKAN NHW, baik di blog maupun media sosial, aku mulai belajar menulis secara rutin di blog. Pun lewat arisan menulis yang menjadi salah satu program dalam rumah belajar menulis Komunitas IP Batam. 

Ketika pertama kali hadir di acara kopdar IIP di masjid raya sekaligus launch rumah belajar HS, saya berkesempatan mengenal IP Batam secara lebih dalam. Dan  ketika sampai pada paparan rumah belajar apa saja yang ada di IP Batam, saya langsung excited begitu mendengar ada rumah belajar menulis. Di grup Pra Matrikulasi pun, langsung menuliskan ingin mendaftar di rumah belajar menulis, tanpa pikir panjang. begitu sudah masuk di dalamnya, rasa tidak PD muncul lagi. rumah belajar ini berisi orang-orang hebat yang sepak terjang penulisannya sudah sangat keren baik dari segi konten maupun dari segi konsistensi. Aku yang sudah termasuk senior dalam hal umur, malu juga ya bersanding dengan teman-teman yang masih muda tapi sudah sangat berprestasi. 
Semakin lama, ketidak PD an ini mulai sirna, berganti semangat. Dengan ikut beberapa KulWap mengenai penulisan dan ikut pelatihan menulis buku bersama KWI (Kopi Write Indonesia), aku menemukan sebuah motivasi yang menyatakan tulis saja, maka semakin lama tulisanmu akan menemukan jodohnya.. semakin lama akan menemukan gaya tulisan.. ah gitu deh intinya menulis aja. tulis dan tulis saja apa yang bisa dituliskan.

Untuk kondisi saat ini, memiliki 2 anak yang super aktif, memiliki kegiatan di ranah publik meski ya tidak sibuk-sibuk banget, aku harus menjaga motivasi dan konsistensi untuk selalu menuliskan ide yang kumiliki. Materi yang diberikan dalam matrikulasi IIP, sangat membantu dalam menemukan minat diri, dalam menuntun eksekusi keminatan tersebut bahkan lewat target-target pribadi dan timeplan yang harus diikuti. aku tidak bisa mengatakan bahwa semua sudah konsisten dilakukan. tapi aku sangat bersyukur, lewat matrikulasi bisa menemukan cara yang lebih tepat dalam memaknai hari demi hari yang kulalui baik sebagai individu, ibu maupun istri. baik di ranah domestik maupun publik.

Bismillah aja.. senantiasa belajar dan memperbaiki diri.
ini ceritaku ya mba Icha..

Comments

  1. Ihhh keren ini minat nya,,, semangat kakak...

    ReplyDelete
  2. Semangat Mba Eli :)
    Diasah maka akan makin terbiasa

    ReplyDelete
  3. Semangat ibu barra,banyak kesempatan menunggu di depan mata. Teruslah meriset dan menulis hasilnya. See u on top. Love!

    ReplyDelete
  4. harus..harus... semangati saya bila sedang lelah menulis mbak ely

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Beberapa tempat berenang di Batam

Berenang merupakan salah satu ketrampilan yang harus kita bekalkan kepada anak-anak kita. salah satu manfaat berenang adalah koordinasi tangan badan dan nafas, dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, membakar kalori, dan tentu saja menyenangkan untuk anak-anak yang hobinya main air. alhamdulillah di umur 7 tahun ini Barra sudah mulai bisa untuk sekedar survive di kolam renang dalam tanpa pelampung. Ata yang baru berumur 3,5 tahun sudah memiliki keberanian untuk bermain-main di kolam dalam, dengan menggunakan pelampung di lengan tentunya.  kami sekeluarga menyukai aktivitas berenang ini, namun masih jauh dari rutin dalam melakukannya. ke depannya, pingin sekali menjadikannya kegiatan rutin mingguan.
ngomoning soal berenang di tempat umum, tentunya harus memenuhi kriteria antara lain kebersihan kolam, kebersihan tempat bilas dan toiletnya, harga tiket masuk, serta ketersediaan guardian. Berikut ini saya review beberapa kolam renang yang pernah keluarga kami coba di Batam.
1. Kolam renan…

Camping Santai di Seaforest Adventure Batam

Setelah sekian minggu postingan berisi NHW nya Matrikulasi IIP Batch 5, akhirnya sekarang muncul tulisan baru tentang jalan-jalan. Kali ini saya akan bercerita tentang camping keluarga besar kami di Seaforest Adventure, Nongsa Batam.
Sebenarnya saya sudah lama mengetahui informasi mengenai fasilitas camping di seaforest berawal dari seorang teman yang mengajak untuk barengan camping di area wisata ini. Akan tetapi waktu belum mengijinkan rombongan yang masing-masing sok sibuk gak pernah ketemu jadwal liburnya, rencana tinggal rencana saja jadinya. Sampailah ketika datang ajakan dari budhe Barrata. Kebetulan komunitas Tangan Di Atas (TDA) Batam mengadakan acara camping dan budhe salah satu pengurus komunitas tersebut. Ter-realisasi-lah rencana yang tinggal rencana tadi di tangan budhe, daaaann... ditraktir dong. hihii...
Area Seaforest Adventure ini merupakan kawasan wisata terpadu yang dilengkapi berbagai wahana adventurous. Yang pasti ada pantai yang cantik, dengan berbagai spot fot…

Aliran Rasa Matrikulasi IIP Batch 5 : Ibu Barrata Belajar Profesional

Ibu Barrata Belajar Profesional Oleh : Ely Kurniawati
Alhamdulillah akhirnya tahun ini bisa mengikuti perkuliahan Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Sebenarnya, mengenal bu Septi dan IIP sudah lama dari FB, tapi baru berkesempatan untuk mengikuti perkuliahan pada tahun ini. Berawal dari postingan teman tentang launching salah satu rumbel di IP Batam. Dan akhirnya saya terhubung dengan leader komunitas, dan masuk ke dalam grup pra matrikulasi. Sungguh nikmat rejeki yang sangat saya syukuri.
Belajar di usia 8 tahun pernikahan, membuat saya sangat iri dengan mereka yang masih muda, mereka yang baru menikah, akan tetapi sudah mengenal IIP dan belajar di dalamnya. Dikala iri hati ini mendera, alhamdulillah di salah satu materi ada kalimat yang menyebutkan bahwa kita hanya perlu untuk lakukan lakukan lakukan, jangan berfokus pada keberhasilan orang lain. Mbak fasil kece, yang biasa kami sapa dengan sebutan cikgu, juga mengingatkan bahwa untuk mengulang fase kehidupan sesuai fitrahnya bu…