Skip to main content

Ibu Barrata belajar Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah (#NHW 4 Matrikulasi IIP)

bismillahirrahmanirrahiim

Tidak terasa, minggu ini memasuki minggu keempat perkuliahan matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 5. Setelah minggu lalu belajar tentang "membangun peradaban dari dalam rumah" yang dikerjakan dengan berdarah-darah (eh lebai ya) , akhirnya minggu keempat ini kami belajar mengenai "mendidik dengan kekuatan fitrah".

salah satu alasan kita melahirkan anak-anak kita adalah untuk membangun peradaban dari dalam rumah sehingga diperlukan pemahaman mengenai apa misi hidup kita sebagai individu dan misi keluarga kita sebagai bagian dari masyarakat. Dengan jelasnya misi apa yang ingin dijalankan, maka akan jelas ilmu pengetahuan apa saja yang diperlukan dalam menunjang misi tersebut. Yang selama ini terjadi adalah seringkali kita tidak memahami apa misi hidup kita, kemudian mencari ilmu secara membabi buta, dan tenggelam dalam tsunami informasi tanpa ada satupun yang membekas dan dipraktekkan. semoga ke depannya bisa terlindung dari fenomena tersebut.

selanjutnya dengan misi hidup yang lebih detil, saya bisa memulai perjalanan dari awal lagi, memulai titik nol KM di umur yang sudah tidak muda lagi. Ada satu hal yang dipesankan dalam kuliah ini bahwa saya tidak boleh silau dengan kesuksesan orang lain, tidak boleh risau dengan pandangan orang lain, dan JUST DO IT meskipun belum paham, karena Allah yang akan memahamkan saya lewat laku kehidupan saya. setelah saya selesai dengan diri saya sendiri, maka saya bisa lebih siap dalam membersamai anak-anak dengan pendidikan sesuai fitrahnya.

Ada salah satu poin yang menarik saya ketika menjalankan pendidikan sesuai fitrah ini, bahwa terdapat tahapan fitrah yang dibawa anak sejak lahir, termasuk kita sebagai orang tua juga memiliki sejak lahir dahulu. antara lain yaitu fitrah ilahiyah, fitrah belajar, fitrah bakat, fitrah perkembangan dan fitrah seksualitas. selanjutnya tugas kita sebagai orang tua adalah MENEMANI, bersyukur atas potensi dan menikmati proses yang ada.
kalimat terakhir dari materi perkuliahan Matrikulasi IIP minggu keempat adalah sebagai berikut :
mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.
Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya
Selanjutnya untuk membantu kami, para peserta perkuliahan, dalam memahami materi tersebut, diberikan NHW#4 yang pada dasarnya adalah review terhadap apa yang sudah kami tuliskan dalam NHW#1, NHW#2 dan NHW#3. sungguh bersyukur akhirnya di minggu keempat ini, di sela-sela waktu liburan long week end, saya bisa berdiskusi dengan syahdu bersama suami, sehingga menyamakan pandangan dan berbagi pengalaman. saya berdoa ke depannya suami akan tetap mendukung perkuliahan ini dan saling mengingatkan dalam mempraktekkannya. Aamiin.
Adapun poin-poin penugasan di minggu keempat ini adalah sebagai berikut. 
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
Alhamdulillah sampai sekarang masih ingin belajar sesuai dengan yang pernah saya tulis di minggu pertama yaitu menjadi ibu dan istri yang baik dalam menjalani peran domestik dan publik. Salah satu langkah awal yang saya pilih untuk merealisasikan mimpi tersebut adalah dengan mengikuti semua jenjang perkuliahan yang ada di IIP.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
semua checklist yang tertulis di NHW#2 belum optimal dikerjakan dengan istikomah dan konsisten. sisi baiknya adalah saya merasa sudah mulai ada beberapa perubahan yang sebenarnya masih jauh dari target yang saya tulis. Akan tetapi saya sangat mensyukuri apa yang telah saya capai dan dengan dukungan suami di sisi saya, saya yakin bisa melakukan keseluruhan daftar yang ada, dan bahkan menambahkan poin-poin lain untuk meningkatkan diri seiring bertambahnya pemahaman saya. bismillah

c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
NHW#3 adalah tugas tersulit yang saya alami selama 3 minggu perkuliahan. sampai sekarang pun diskusi tentang Visi Misi hidup masih asyik menjadi perbincangan dengan suami saya. Dengan ilmu pengetahuan yang masih sedikit ini, saya ingin menjabarkan misi hidup yang saya sarikan sampai saat ini.
Misi Hidup : Menjadi ibu profesional yang bisa melakukan tanggung jawab dengan baik di ranah domesik maupun publik.
definisi ibu profesional itu sendiri sudah dijabarkan dalma NHW#2.

Bidang : Pendidikan Anak dan keluarga, serta Statistik
Peran : Pengajar, Mentor, Pembelajar


d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 
Agar bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Anak dan keluarga, maka tahapan ilmu yang harus saya kuasai saya tetapkan untuk mengikuti semua jenjang yang ada dalam Institut Ibu Profesional, sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang 
Dan untuk menjadi ahli di bidang Statistik, tahapan ilmu yang harus saya kuasai adalah melanjutkan study S3 dan mengikuti kursus online bidang statistika yang sekarang ini sudah banyak diperoleh di dunia digital dari mentor-mentor yang ahli di bidangnya. hal ini juga sudah menjadi diskusi dengan suami bahwa pengalaman membersamai saya S3 nantinya, diharapkan dapat memberikan pengetahuan untuk kami sekeluarga untuk lebih baik lagi.
 
e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : 
Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
Mencari bidang ilmu spesifik di Statistika, dan menulis jurnal di bidang tersebut
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : 
Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
Memulai Proses untuk belajar studi lanjut
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : 
Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : 
Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
dari daftar yang saya buat, tampak beberapa poin diantaranya mengenai belajar di media online , pengumpulan informasi mengenai studi lanjut, belum saya cantumkan. Akan tetapi saya masih ingin mempertahankan daftar yang ada sekarang, sampai bisa konsisten untuk kemudian menambahkan daftar yang belum masuk. target realisasi adalah dalam sebulan ke depan.

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Bismillahirrahmanirrahiim saya ucapkan untuk memulai ini semua semoga diridhoi Allah swt, dan ditunjukkan jalan yang terbaik untuk saya dan keluarga. semoga Allah menambahkan pemahaman saya dengan laku yang saya lakukan nantinya. semoga Allah membukakan pengetahuanNya jika masih ada yang salah dalam saya menginterpretasikan misi hidup yang harusnya saya emban. Aamiin

#ElyKurniawati
#NHW_4
#KuliahMatrikulasiBatch5
#Mendidikdengankekuatanfitah

Comments

Popular posts from this blog

Camping Santai di Seaforest Adventure Batam

Setelah sekian minggu postingan berisi NHW nya Matrikulasi IIP Batch 5, akhirnya sekarang muncul tulisan baru tentang jalan-jalan. Kali ini saya akan bercerita tentang camping keluarga besar kami di Seaforest Adventure, Nongsa Batam.
Sebenarnya saya sudah lama mengetahui informasi mengenai fasilitas camping di seaforest berawal dari seorang teman yang mengajak untuk barengan camping di area wisata ini. Akan tetapi waktu belum mengijinkan rombongan yang masing-masing sok sibuk gak pernah ketemu jadwal liburnya, rencana tinggal rencana saja jadinya. Sampailah ketika datang ajakan dari budhe Barrata. Kebetulan komunitas Tangan Di Atas (TDA) Batam mengadakan acara camping dan budhe salah satu pengurus komunitas tersebut. Ter-realisasi-lah rencana yang tinggal rencana tadi di tangan budhe, daaaann... ditraktir dong. hihii...
Area Seaforest Adventure ini merupakan kawasan wisata terpadu yang dilengkapi berbagai wahana adventurous. Yang pasti ada pantai yang cantik, dengan berbagai spot fot…

Restu Orangtua dan Tawakkal atas takdir Nya

Bismillahirrahmanirrahiim...
flashback dulu ya ke masa-masa lulus kuliah

sebagaimana teman-teman seangkatan, saya pun lantas melamar pekerjaan di mana mana ketika sudah mengantongi surat keterangan lulus. harapannya adalah ketika wisuda nantinya sudah mendapatkan pekerjaan.
akan tetapi selalu saja belum berhasil mendapatkan pekerjaan.
gagal dan selalu gagal. Adalah bapak yang berpesan untuk menikmati hidup pasca perkuliahan. Bapak berpesan agar saya menikmati hidup merdeka, sebelum disibukkan dengan pekerjaan, sebelum disibukkan dengan kewajiban menjadi istri seseorang. Tak memperhatikan pesan tersebut, saya tetap saja melamar pekerjaan di sana sini. Sampai suatu ketika bapak menelpon menanyakan kenapa saya tidak pulang ke rumah. Bapak yang memang tegas dan sepertinya memahami keinginan saya, lantas langsung menuju pokok pembahasan dan mengatakan agar saya berhenti melamar pekerjaan, agar saya menikmati kemerdekaan saya sebagai perempuan, sambil menunggu wisuda saya harus pulang. Sekuat a…

Review Beberapa tempat berenang di Batam

Berenang merupakan salah satu ketrampilan yang harus kita bekalkan kepada anak-anak kita. salah satu manfaat berenang adalah koordinasi tangan badan dan nafas, dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, membakar kalori, dan tentu saja menyenangkan untuk anak-anak yang hobinya main air. alhamdulillah di umur 7 tahun ini Barra sudah mulai bisa untuk sekedar survive di kolam renang dalam tanpa pelampung. Ata yang baru berumur 3,5 tahun sudah memiliki keberanian untuk bermain-main di kolam dalam, dengan menggunakan pelampung di lengan tentunya.  kami sekeluarga menyukai aktivitas berenang ini, namun masih jauh dari rutin dalam melakukannya. ke depannya, pingin sekali menjadikannya kegiatan rutin mingguan.
ngomoning soal berenang di tempat umum, tentunya harus memenuhi kriteria antara lain kebersihan kolam, kebersihan tempat bilas dan toiletnya, harga tiket masuk, serta ketersediaan guardian. Berikut ini saya review beberapa kolam renang yang pernah keluarga kami coba di Batam.
1. Kolam renan…